Kamis, 09 Maret 2017

KUMPULAN FIRMAN ALLAH SWT DAN HADIST RASULULLAH SAW. part 2

                                                                  بِسْـــــــمِ اللّـهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

                                     " Memahami Arti kata Cinta " 

Memahami Makna Cinta, Cinta Yang Sempurna, Tujuh Tingkatan Cinta Dan Cinta Yang Tertinggi Derajatnya Bagi Si Pemilik Cinta

Umar bin Khothob RA pernah berkata kepada Rasulullah SAW : ” Wahai Rasulullah sesungguhnya Engkau lebih aku cintai daripada seluruh manusia kecuali diriku sendiri.”

Rasulullah SAW menjawab : ” Tidak wahai Umar.
Hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.”
Rasulullah memberi petunjuk agar Umar mencintai Allah dan Rasul-Nya
dengan puncak cintanya.
Dan inilah cinta yang sempurna.


Setelah memahami makna cinta, untuk itu marilah menelusuri tingkatan-tingkatan cinta.

Al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah berkata sesungguhnya cinta memiliki 7 tingkatan,
di antaranya adalah :


’Alaqoh
Makna ’alaqoh adalah ikatan atau bisa juga diartikan dengan kecenderungan hati.
Disebut ’alaqoh karena orang tersebut memiliki hubungan atau ikatan dengan yang dicintainya.

Pada sebuah syair disebutkan :
Engkau telah membuatku terpikat, tertambat dan terikat, sejak pertama aku melihat.
Ash-Sho babah


Secara harfiah dapat diartikan dengan menuangkan, mengalirkan atau kerinduan.
Disebut ash-shobabah karena hati orang tersebut dia curahkan dan dia tumpahkan kecintaannya kepada orang yang dicintainya.

Al-Ghorom

Artinya amat menyukai atau tertambat hatinya.
Yaitu melekatnya kecintaan dalam hatinya sampai cintanya
tidak akan dipisahkan dari sesuatu yang dia cintai.


Seperti kata pepatah :
Bila cinta sudah melekat, gula jawa berasa coklat.

Al-IsyQ

Artinya sangat cinta (tertambat hatinya) kepada ………..,
menempel, melekat.


Dari sini diturunkan pula kata : al-’asyaqoh yang artinya tumbuh-tumbuhan
yang melilit pada pohon. (nah. Jadi jelas, kan, maksudnya)


Yaitu rasa cinta yang berlebihan dan mengandung syahwat.
Oleh karena itu Allah SWT tidak boleh disifati dengannya dan
tidak boleh memberikan kalimat ini untuk Allah SWT.


Asy-SyauQ

Maknanya cinta yang bergelora, menyandarkan.
Yaitu perginya hati kepada sesuatu yang dia cintai dengan sepenuhnya.

Rasulullah SAW bersabda :

" Barang siapa yang berharap ingin berjumpa dengan Allah,
maka Allah pun akan berjumpa dengannya."
[HR. Bukhori : 4/75 dan 7/65]

Allah ta’ala berfirman :

" Barang siapa yang berharap (untuk) berjumpa dengan Allah,
maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang."
[QS. Al-Ankabut : 5]


Tatkala Allah SWT mengetahui bahwa wali-wali Allah sangat merindukan untuk berjumpa dengan-Nya, hati-hati mereka tidak akan pergi kecuali kepada Allah SWT.
Oleh karena itu Allah mengumpamakan kepada mereka tentang waktu yang telah dijanjikan. Sehingga hati hambanya merasa tenang.


At-Tatayyum

Artinya memperbudak, menundukkan, menguasai.

Yaitu penghambaan atau pemujaan seseorang terhadap yang dia cintai.
Di dalamnya mengandung makna ketundukan dan menghinakan dirinya
terhadap yang dicintai.


Oleh karenanya keadaan yang paling mulia bagi seorang hamba adalah
al-Ubudiyyah yaitu penghambaan dan tidak ada tingkatan
yang lebih mulia daripada itu.


Al-Khullah

Al khullah adalah kecintaan yang paling sempurna dan penghabisannya,
sehingga tidak tersisa sedikitpun kecuali dia curahkan kepada yang dia cintai.
Ini adalah kedudukan yang mulia khusus kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :


" Sesungguhnya Allah menjadikan aku sebagai khalil (hamba yang paling dicintai Allah) sebagaimana Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil."
[HR. Muslim : 1216]


❤❤❤❤❤

HAL YANG PALING INDAH DALAM HIDUP ADALAH:

 Saat kita pergi ada yang mendoakan..

 Saat kita jauh ada yang merindukan..

 Saat kita sedih ada yang membuat kita tersenyum..

 Saat kita bertemu ada senyum yang indah..

 Tapi yang terindah dari segalanya adalah ketika ALLAH S.W.T
masih berkenan memberikan nafas untuk kita hidup di hari ini.."

❤❤❤❤❤

بِسْـــــــمِ اللّـهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 


Kalau ALLAH S.W.T Itu Maha Baik, Kenapa Bikin Neraka ??

" Semua Harap Baca, Agar Tidak Tersesat "

Ini kisah nyata Seorang Gadis melayu yang dangkal ilmu pengetahuan islamnya.

Didaerah tersebut telah memberlakukan Peraturan bagi pekerja di tempat umum seperti pasar, toko-toko perniagaan dan lain-lain bagi wanitanya diharuskan mengenakan jilbab dan menutup aurat dengan benar. 

Kerap kali Pemerintah mengadakan pemeriksaan secara mendadak ditoko-toko dan pasar, bagi yang melanggar maka dikenakan denda.

Selain kena denda mereka yang melanggar aturan diberi nasehat dari sang ustadz yang bekerjasama dengan Pemerintahan.

Suatu hari, seorang gadis tertangkap yang bekerja disebuah toko karena tidak menutup auratnya. Maka diapun kena denda. 

Setelah dia membayar denda, ustadz ini pun menasehati, "setelah ini, saya harap saudari bisa insyaf dan mentaati peraturan.

Peraturan ini bukan Semata dari aturan pemerintah melainkan menutup Aurat juga Perintah Allah S.W.T. 

Ringkasnya kalau kita mentaati perintahNya maka akan selamat dan berbalas surga. 
Sebaliknya jika durhaka maka akan celaka dan balasan neraka."

Gadis tersebut yang awalnya mendiamkan diri, tiba-tiba membentak ustadz "kalau Tuhan itu betul-betul baik, kenapa bikin neraka? Kenapa tidak sediakan surga saja? Seperti itukah Tuhan penyayang?", mungkin dari tadi gadis itu sudah panas telinganya dinasehati oleh ustadz terlebih habis terkena denda.

Ustadz itu tertunduk dan berfikir "bahaya anak ini kalau didiamkan akan rusak akhlaknya."

Setelah habis gadis itu mengomel, ustadz pun menjawab "saudariku, kalau Tuhan tidak bikin neraka, saya tdk akan jadi ustadz. 
Berapa sen saja gaji seorang ustadz ?
Lebih baik saya jadi bandar judi yg gampang dapat uang, hidup senang, lepas matipun tak risau sebab dijamin masuk surga.

Mungkin kau juga bisa saya culik dan dijual jadi pelacur. 
Kalau mau lari, saya bunuh saja. Tak apa, sebab neraka tak ada. Nanti kita jumpa lagi disurga. Kan Tuhan itu baik.

Gadis itu terkejut mendengar jawaban ustadz, bicara macam apa itu ??

Saudariku, perkara tadi akan terjadi seandainya surga saja yg tersedia. 
Orang jahat, orang baik semua masuk surga. Maka, apa gunanya berbuat baik? Orang jahat lagi gampang, manusia tak lagi diuji sebab semua orang akan lulus, percuma.

pembunuh akan berjumpa lagi dengan yang dibunuh didalam surga, perampok berjumpa Lagi dengan yang dirampok didalam surga.
Tak ada yang menerima hukuman.

Adakah Tuhan yg seperti ini yg kamu mau? Kamu rasa adilkah? Tanya ustadz.

Mana adil seperti itu. Orang jahat gak akan lepas begitu saja. Rungut si gadis.

Ustadz tersenyum "jika Tuhan tidak adil, bolehkah dianggap baik? "

Saudariku, saya kasih nasehat karena saya sayang sesama umat islam.
Allah itu maha penyayang tapi Dia juga maha adil karena itu Neraka perlu terwujud untuk menghukum hamba-hambanya yang durhaka, yang menzalimi diri sendiri dan orang lain.


Kita sedang diuji didunia ini. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah SWT.
Maka bukan hak kita untuk berbuat sesukanya. Apa yg dipinjamkan olehNya pasti akan diambil kembali olehNya.

❤❤❤❤❤

بِسْـــــــمِ اللّـهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Ada dua macam kenikmatan, yang keduanya itu disia-siakan oleh sebagian besar manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang."
(HR. Bukhari).

❤❤❤❤❤

بِسْـــــــمِ اللّـهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 
Jika dunia ini terasa sempit olehmu, jgn katakan,
"Wahai Rabb, aku memiliki kesedihan yang besar..."

Akn tetapi, ucapkanlah,
"Wahai kesedihan, aku memiliki Rabb Yang Maha Besar!"


Allah Ta'ala berfirman :
سيجعل الله بعد عسر يسرًا
"Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan".
(QS. ath Thalaq ayat7).
❤❤❤❤❤

Sholat  Jumat
Nabi Muhammad S.A.W bersabda : "Barang siapa yg mandi kemudian mendatangi Jum'at, lalu ia sholat semampunya dan diam (mndengarkn khotbah) hingga selesai, kemudian ia lanjutkan dgn sholat brsama Imam, maka ia akn diampuni (dosa2 yg dilakukannya) antara hari itu N hari Jum'at yg lain.Dan bahkan hingga lebih 3 hari."
(H.R. MUSLIM).
❤❤❤❤❤

" Rahasia Sholat 5 Waktu( Sayyidina Ali ) ".

oleh;Abu Nawas Majdub
Ali bin Abi Thalib R.A. berkata, “Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, ‘Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.’

Lalu Rasullullah S.A.W bersabda, ‘Silahkan bertanya.’

Berkata orang Yahudi, ‘Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah S.W.T ke atas umatmu.’
Sabda Rasullullah S.A.W, ‘Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. 
Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. 
Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. 
Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. 
Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.’

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W, lalu mereka berkata, ‘Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. 
Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.’
Rasullullah S.A.W bersabda, ‘Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan.
Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.’

Sabda Rasullullah S.A.W lagi, ‘Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam A.S. memakan buah khuldi. 
Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.’

Selepas itu Rasullullah S.A.W membaca ayat yang bermaksud, ‘Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. 
Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam A.S. diterima. 
Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.’

Sabda Rasullullah S.A.W, ‘Shalat Isya’ (atamah). 
Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.’

Sabda Rasullullah S.A.W seterusnya, ‘Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah S.W.T dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan daripada api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah S.A.W, maka mereka berkata, ‘Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?’
Sabda Rasullullah S.A.W, ‘Ketika Nabi Adam A.S. memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam A.S. selama 30 hari. 
Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam A.S. berlapar selama 30 hari.

Sementara di izin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.’

Kata orang Yahudi lagi, ‘Wahai Muhammad S.A.W, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. 
Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.’
Sabda Rasullullah S.A.W, ‘Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:

1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah S.W.T sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.
7. Allah S.W.T akan memberinya kemudian di syurga.’

Kata orang Yahudi, ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.’
Sabda Rasullullah S.A.W, ‘Seorang Nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).’

Kata orang Yahudi, ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad (S.A.W) Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan Engkau utusan Allah).’

Sedikit peringatan untuk kita semua: “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. 
Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Surah Al-Baqarah: ayat 155)

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. 
Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang di Usahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Surah Al-Baqarah: ayat 286)

YAKINKAH KITA ???

Apakah kita sudah terlampau yakin dengan amal kita yang sedemikian sedikitnya ini, bisa membawa kita selamat menuju surga-Nya? Apakah kita yakin bahwa dengan dosa-dosa yang setiap hari sadar atau tidak sadar terus kita lakukan, dosa kita telah terampuni dan akan menyelamatkan kita dari api neraka?

Apakah kita sudah yakin telah mengetahui segala hal di dunia ini sehingga tidak perlu lagi menambah ilmu, sedang Khidir 'Alaihissalam saja yang ditakdirkan menjadi manusia paling banyak ilmunya di dunia, dibandingkan dengan ilmunya Allah hanyalah setetes air di tengah lautan samudera, sehingga kita sombong dengan ilmu yang sedikit.

Apakah kita sudah cukup yakin dengan seluruh kekayaan kita akan mengantar kita menggunakannya untuk beribadah kepada Allah tanpa tergoda urusan dunia, dan akan selamatkan kita dari penghisaban kekayaan di akhirat kelak. Sedang Allah telah menakdirkan Sulaiman 'Alaihissalam sebagai yang terkaya di Dunia, namun kita masih memburu harta yang tidak mungkin menjadikan kita melebihi kekayaan Nabi Sulaiman.

Apakah kita sudah cukup yakin dengan istighfar yang sedikit, bisa mengampuni dosa-dosa kita yang kecil maupun yang besar, sedang Rasululloh Muhammad Sallallahu 'alaihiwasallam , setiap malam harinya beristighfar puluhan kali, yang telah terjamin baginya surga, sebagai manusia yang paling baik di dunia dan tidak ada yang lebih baik setelahnya maupun sebelumnya masih meminta ampun kepada Allah.

Kita??
Seorang yg tidak berdoa adalah orang sombong

“Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
(QS. Al Mukmin: 60).

Fa bi ayyi ālā'i Rabbikumā tukażżibān
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

 ❤❤❤❤❤❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar